Jumat, Juni 10, 2011

Beberapa Pompa Air Sederhana

Diaphragm type

diaphragma1 diaphragma2
Bahan utama pompa ini terbuat dari kayu dan karet, ditambah pengikat dari metal, ring, dan bantalan pada dua titik yang mudah aus. Ia terdiri dari ruang pemompaan yaitu kotak kayu yang kedap air yang dilapisi dengan dua katup karet. Diaphragm terbuat dari karet ban-dalam membentuk bagian atas ruang pemompaan yang lebih rendah. Sebuah engkol vertikal terikat ditengah diaphragm. Menggerakkan engkol pompa akan menambah atau mengurangi volume di kamar pemompaan karena dipengaruhi oleh kedua katup.
Dua atau tiga liter dari air dapat dipompa secara vertikal sejauh tiga sampai empat meter pada setiap kayuhan. Jika pompa itu dibuat lebih kecil, ia akan memompa sejumlah kecil air dengan jarak yang lebih jauh. Jika ia dibuat lebih besar, ia akan memompa sejumlah besar air dengan jarak yang lebih dekat.
Pompa ini dapat dioperasikan oleh satu atau dua orang, dan dapat disesuaikan dengan tenaga binatang atau angin. Perpipaan dengan bambu atau perpipaan dengan bahan yang murah dapat digunakan untuk mengalirkan air secara ekonomis untuk jarak-jarak yang pantas dipertimbangkan. Dua atau lebih pompa dapat disatukan berdampingan untuk mengangkat lebih banyak air per kayuhan, atau ditempatkan dari ujung ke ujung untuk menggerakkan air lebih jauh.

Pitcher type:

pitcher1 pitcher21
Pompa ini mampu mengangkat antara 8-10 galon/menit untuk 10-15 kaki pengisapan. Pengangkatan maksimum adalah sekitar 20 kaki. Beberapa pengelasan mungkin diperlukan, seperti juga penguliran pipa, tetapi proses konstruksi alternatif bisa disesuaikan dengan sumber daya dan ketrampilan yang tersedia.

Spangler type:

spangler1 spangler2 spangler3
Pompa ini sederhana, dapat diandalkan dan berbiaya rendah. Suatu pompa yang serupa pada gambar diatas sudah dikembangkan di Thailand dengan ongkos sekitar US$30 (Rp 300rb). Dapat mengaliri sekitar 5-15 galon/menit tergantung pada kedalaman air. Pompa ini dapat digunakan untuk irigasi dan juga untuk tujuan yang umum.
Pipa PVC ringan, tahan lama, mudah dikerjakan, dan relatif murah. Pompa dari PVC ini jauh lebih mudah dalam pembuatan, pemasangan, pemeliharaan, dan perbaikan dibanding pompa dari besi cor. Pompa PVC terutama cocok untuk penyediaan air masyarakat dan sebagai dasar untuk pabrik pembuatan skala kecil. Suku-cadang relatif mudah dan dapat dibuat oleh toko-toko atau pabrik-pabrik kecil dengan desain yang telah ditentukan.

Inertia type:

inertia1 inertia2
Hanya tiga bagian yang bergerak, pompa ini mudah dibuat dan dirawat. Rancangan pompa ini unik: seluruh pompa bergerak naik dan turun, bukan bagian dalam yang bergerak. Pompa ini dapat dibuat dari pelat logam, seperti yang digambarkan di sini, atau dari pipa PVC atau bambu, meski bambu itu mungkin tidak tahan lama.
Pompa ini efisien untuk mengangkat air dari jarak pendek, sampai ke maksimum sekitar 4 meter. Kapasitas pompa tergantung pada ukurannya dan seberapa cepat pompa itu dinaik-turunkan. Versi 8-cm akan mengangkat 75-114 liter/menit untuk jarak 4 meter. Versi 15-cm akan mengangkat 227-284 liter /menit untuk jarak 1 meter.

Archimedes type:

archimides-screw1 archimides-screw2
Ada banyak situasi di mana air untuk irigasi perlu untuk diangkat hanya pada jarak yang sangat pendek dari sungai atau saluran irigasi ke ladang-ladang. Untuk memenuhi hal ini, petani-petani di zaman lampau mengadaptasi suatu alat yang telah ditemukan oleh Archimedes. Alat itu adalah Archimedes srew, pompa berbentuk sekerup yang diatur di sekitar pusat poros engkol. Sekrup itu dapat dibuat dengan berbagai cara, dari tabung yang membungkus berkelanjutan di sekitar batang itu hingga kepada suatu rangkaian papan atau plat-plat yang berpilin saling silang di dalam suatu silinder. Tergantung pada desain, pompa ini dapat digunakan untuk  tujuan-tujuan yang berbeda seperti pengangkatan air atau memuat biji-bijian.
sekrup Archimedes disini adalah suatu alat pengangkatan air.Terdiri dari suatu silinder terbuat dari kayu membungkus di sekeliling papan yang tersusun spiral dan saling overlap. Batang pusat terbuat dari pipa besi atau batang metal. Sekrup itu diputar dengan tangan, atau dapat dihubungkan dengan kincir angin. Pompa ini mampu mengangkat kira-kira 100 galon air/menit setinggi 18-20 inci. Pompa ini dapat dipindahkan dengan mudah dari satu ke tempat lain jika dibutuhkan. Pompa jenis ini masih digunakan sehari-hari oleh petani-petani Mesir sepanjang sungai Nil.

Animal driven type:

animal-driven animal-driven2
Pompa ini adalah yang paling rumit dan mahal dari yang tercakup di manual ini. Tetapi mempunyai potensi hasil akhir yang terbesar. Ongkos pembuatan pompa bergantung pada ketersediaan bahan-bahan yang tak terpakai dan dapat dikurangi biayanya dengan menggantikan bahan yang lebih murah dan sesuai yang tersedia di tempat itu misalnya dari kayu gergajian/rongsokan. Jika kayu gergajian/rongsokan tidak tersedia, batang kayu gelondongan dapat digunakan. Lengan torsi juga dapat dibuat dari galah bulat atau besi siku, tergantung pada bahan yang tersedia. Jika pompa itu ingin dipindahkan dari satu ke sumur yang lain garis tengah batang kayu itu harus dijaga antara 75-125 cm. Rangka dan pompa dapat dibawa tanpa banyak kesukaran. Atau, kumpulan pompa dapat ditarik oleh satu binatang dari satu lokasi ke lokasi yang lain.
.
Lebih lanjut disini.
.

Sekilas Tentang Alternator

Elektromagnetik


elec-mag elec-mag2

Bila sejumlah kawat email dililitkan ke paku, lalu kawat dialiri arus listrik, gulungan itu menimbulkan medan magnet, dan menyebabkan paku tersebut menjadi magnet. Kuatnya magnet ditentukan oleh berapa banyak gulungan kawat dan berapa besar arus listriknya.  Magnet jenis ini lazim disebut sebagai elektromagnet.

car-altcar-alt rotorcar-alt statorcar-alt (4)car-alt conctr

Alternator (alternate= selang-seling; artinya listrik yang dihasilkan adalah AC) menggunakan teknik yang sama seperti diatas untuk menghasilkan listrik. Ketika rotor (as) diberi arus maka rotor itu menjadi magnet. Dan ketika diputar, magnet yang ada di as menciptakan medan magnet lagi. Medan magnet ini lalu bersinggungan memotong kumpulan koil/kumparan yang ada disekelilingnya sehingga terciptalah arus listrik. Karena magnet terdiri dari 2 kutub, maka arus listriknya menjadi selang seling, atau lazim disebut sebagai arus bolak-balik.
Mengapa alternator ini menggunakan elektromagnet? Praktis, murah, ringan dan efisien. Kerugiannya adalah listrik baru akan dihasilkan setelah berputar diantara 1000 hingga 7000 rpm. Itulah sebabnya jarang dipakai sebagai generator kincir angin. Bisa saja dirobah dengan mengganti diameter kawatnya dengan yang lebih kecil sehingga gulungannya bertambah banyak, (berarti Volt lebih besar tapi Amper menjadi lebih kecil) sehingga pada rpm rendah sudah dapat menghasilkan listrik. Akibatnya waktu untuk pengisian accu hingga penuh semakin lama.
Mengapa bila menggunakan magnet permanen? Mahal dan berat.
Agar dapat dipergunakan untuk mengisi accu, maka arus bolak-balik tersebut harus disearahkan dengan menggunakan sejumlah diode.

car voltreg car voltreg electronic car voltreg off car voltreg on car voltreg relay car voltreg connection

Agar besar arus (V) yang dihasilkan tidak berlebihan ketika mengisi accu, baik ketika kurang maupun sudah penuh, digunakanlah regulator. Ada dua jenis regulator: elektromekanik dan elektronik. Ketika accu kurang, relay menyalurkan arus; ketika accu penuh relay akan memutus arus (yaitu dengan mengurangi arus ke F sehingga medan magnetnya menjadi lemah). Semakin kencang alternator berputar, semakin besar kuat arusnya (A), tapi V stabil.
.
Lebih lanjut disini.
.

Jumat, Agustus 28, 2009

Penetas Telur Sederhana

Penetas telur ini pernah saya buat sekitar 18 tahun yg lalu. Dengan modal sepasang ayam kampung (1 jago dan 1 betina), dalam jangka waktu 2 bulan jumlah ayam menjadi 40 ekor. Jumlah akan semakin berlipat bila anak ayam betina sudah dapat bertelur juga (usia 3-4 bln). Bisa dibayangkan, dalam jangka waktu 6 bulan jumlahnya bisa menjadi ratusan (dengan asumsi menghasilkan minimal 20 telur/ bulan). Rata2 ayam kampung menghasilakan 8-14 butir per musim bertelur.
Triknya adalah telur2nya kita tetaskan sendiri, sehingga sang induk, setelah istirahat seminggu, kita kawinkan kembali, akan bertelur lagi. Sedikit banyaknya ayam yg dihasilkan tergantung dari jumlah telur yg dihasilkan sang induk.
Harus diingat bahwa telur yang tidak dibuahi oleh sang jago tidak akan menghasilkan apa2. Walaupun betinanya adalah petelur, tapi bertelurnya karena hasil rangsangan makanannya. Entah kalau anda adalah ahli rekayasa genetik, itu lain soal.
Hal lainnya yang perlu diperhatikan adalah ketekunan dan keikhlasan anda membolak balikkan telur 4–6 jam sekali selama 21 hari. Bila tidak sanggup, lebih baik jangan dilakukan.
Bahan inkubator:
- Triplex 6mm uk 40x25 (ukuran tidak mutlak, atau menurut selera).
- Fitting lampu, bohlam 40w [atau menggunakan beberapa untai lampu natal (20 lampu di seri/untai, karena bohlammya 12v)]. Yang penting dapat memanaskan box hingga 37 derajat.
- Elektrik minifan ex komputer, trafo 9-12vct 0.5A, 2 bh diode in4001. Gunanya untuk meratakan sirkulasi panas didalam box. Bila dg 12v terlalu kencang, pakailah yg 9v.
- Busa/spon, atau bahan yg mencegah panas keluar dari box
- Termometer ruangan. Harganya sekitar Rp 15.000 an (dahulu, entah sekarang)
- Sterofoam (tempat telur) tebal 10mm. Lubangi ¼ dari diameter telur, yang penting telur dpt berdiri tegak. Banyaknya lubang terserah anda, tapi minimal tersedia 15 lubang.
- wadah air. Bisa kaleng atau ex botol plastik air mineral atau mangkuk kecil. Agar udara selalu lembab.
- Solder (untuk membentuk lubang tempat telur berdiri). Atau kalau rajin boleh pakai cutter.
- Lem aibon. Gunanya untuk merekatkan busa/spon kedinding dalam box.



==========================================
=======================================

Minggu, Januari 11, 2009

Beberapa Bentuk Generator

Beberapa cara untuk membuat generator.
Contoh generator dibawah ini semuanya menggunakan magnet permanen (PMG = Permanent Magnet Generator). Tujuannya adalah dengan putaran rendah sudah dapat menghasilkan listrik (200 s/d 500 rpm). Bila menggunakan generator induksi, maka putarannya antara 700 s/d 3000 rpm. Dengan putaran sedemikian tinggi, maka konstruksinya harus menggunakan jasa tukang bubut, atau menggunakan bahan dari onderdil mobil bekas.
Dinamo amper/alternator motor dan alternator mobil dapat juga dipakai sebagai pembangkit listrik untuk mengisi accu, tapi putarannya minimal 700 rpm. Butuh angin yang cukup kencang, atau butuh aliran air yang cukup deras. Kalau tokh angin maupun air tidak memadai, maka mau tidak mau harus menggunakan gearbox atau multiplikasi putaran. Bisa gir dengan gir, atau gir rantai, atau pulley dengan v belt.

A:
Gambar diatas: statornya yang berputar, sedangkan rotor diam. Sama seperti motor kipas radiator. Lebih rumit pembuatannya, karena memakai spul (brush). Contoh lain yang memakai spul adalah bor tangan listrik atau mesin potong keramik. Stator: gabungan koil (statis/diam ditempat); Rotor: gabungan magnet (yang berputar).
B:
Dua gambar sebelah kiri: stator tersusun seperti yang ada di motor mesin cuci. Dua yang kanan adalah yang sederhana tapi 3 phasa.
C:
Gambar diatas: stator mengelilingi rumah rotor. Ini adalah generator yang paling sederhana. Hanya dengan 2 magnet dan gulungan kawat email yang agak banyak (antara 1000 s/d 1500 gulung). Tentu saja hasilnya paling tinggi hanya 4 volt. Selengkapnya lihat dihalaman generator-listrik-paling-sederhana.

D:
Gambar diatas: rotor berada ditengah stator. Yang harus diperhatikan adalah posisi stator harus sedekat mungkin dengan magnet, tanpa bersentuhan (ada jarak minimal 1-2 mm). Tujuannya agar supaya medan magnet menjadi lebih kuat sehingga outputnya menjadi maksimal. Selengkapnya lihat dibawah.

E:

Gambar diatas: rotor berada dibelakang stator (atau bisa juga didepan stator, karena penempatannya tidak mutlak, tergantung selera). Pada komposisi 4 magnet-4 koil koneksinya hanya 1 phasa. Sedangkan pada komposisi 4 magnet-6 koil, koneksinya bisa 1 atau 3 phasa. Selengkapnya dapat dilihat dihalaman membuat-generator-sederhana2.

Formula menghitung keluaran koil ( hukum Faraday)
V = -N * change in (( tesla * area meters squared)/ seconds)
N = -1 * (-V/ change in (( tesla * area meters squared)/ seconds))
V: volt N: gulungan Tesla: kuat magnet
Generator mini dari pralon dan triplex:
4- magnet (P:3 L:0.9 T:1.1 cm)
4- koil (kawat email .3mm 400gr)
2- dop pralon ½ in
1- 20cm baut 6mm + 6 mur + 2 ring
2- triplex 10mm uk 6 x 6 cm (atau sesuaikan dengan tebal dan lebar koil yang akan digulung nantinya), bor titik tengahnya
4- triplex 4mm uk 6 x 10 cm (atau sesuaikan dengan panjang rotor bila telah jadi)
Rotor ditenpatkan pada gabungan 2 dop pralon ½ in sedemikian rupa sehingga cukup untuk 4 buah magnet mini. Magnet2 tidak dilem, karena sudah cukup kuat saling tarik menarik. Formasi magnet N-S-N-S. Gulungan koil antara 450-470, karena diambil dari bekas koil2 yg dahulu dibuat dg hitungan ingatan, lalu digulung ulang dg menggunakan penggulung koil ber “counter” (lih halaman membuat-generator-sederhana2). Hubungan keempat koil adalah: 1A-3B, 2A-4B; 1B-2B; maka 3A dan 4A adalah outputnya. Ini hubungan 1 phasa. Dengan memakai daun kipas listrik bekas, pada waktu dites dengan kipas angin listrik, hasil maximumnya adalah 11 volt. Kalau menggunakan exhaust fan hasilnya 5.8 volt. Lumayan untuk sebuah minigen dari kayu.
Kalau ingin lebih besar lagi outputnya, maka gulungan harus diperbanyak, atau putaran lebih kencang, atau kombinasi dari keduanya.

Generator mini 3 phasa (4 magnet 6 koil):



Bahan untuk 3 phasa:
4- magnet (P:3 L:0.9 T:1.1 cm)
6- koil (kawat email 0.3mm 600gr)
1- pipa besi 1 in untuk dudukan magnet
1- 20 cm baut batang 6mm + 6 mur + 2 ring
2- triplex 10mm uk 10.6 x 10.6 cm (atau sesuaikan dengan tebal dan lebar koil yang akan digulung nantinya).
6- triplex 4mm uk 10.4 x 9 cm (atau sesuaikan dengan panjang rotor bila telah jadi).

Membuat stator:
Bentuk kedua triplex 10mm menjadi 6 sudut (buat lingkaran, lalu bagi menjadi 6), lalu bor titik tengahnya. Sudut2 itu harus sesuai dengan panjang koil. Sedangkan keenam triplex 4mm adalah sebagai dudukan koil2, yang direkatkan dengan sekrup kayu. Saya menggunakan lakban sebagai lemnya koil2, agar sewaktu-waktu dibongkar menjadi mudah. Maklumlah, sedang resesi.
Koil2nya merupakan koil bekas yang pernah dipakai untuk generator sebelumnya, jadi tidak lagi repot menggulung baru. Jumlah gulungannya sekitar 450 (kira-kira, karena pada waktu itu menggulung koil2nya masih menggunakan hitungan seingatnya, alias hapalan. Begitu ada yang mengajak bicara, buyar! Terpaksalah gulung ulang).

Membuat rotor:
Masih dengan magnet yang sama, tapi kali ini terpaksa menggunakan sepotong pipa besi diameter 1in sebagai dudukan rotornya. Tujuannya agar supaya jarak magnet dengan koil dapat sedekat mungkin sehingga hasilnya lebih maksimal. Formasi magnet masih tetap N-S-N-S. Keempat magnet dibungkus dengan resin supaya tidak pating seliweran bila diputar kencang. Pipa besi juga diisi resin lalu dibor supaya baut batangan 6mm dapat ditempatkan ditengah rotor, dan dikencangkan dengan mur ujung2nya.


Rumus 3 phasa: Koil = M/2 X 3
Misal jumlah magnet 2 bh (ini minimal ,karena harus ada 2 kutub. Bisa saja hanya dg 1 magnet, asal kutub2nya ada disisi luar berhadapan dg koil), maka jumlah koil 3 bh. Magnet 6 bh koil 9 buah, dst. Tetapi adakalanya jumlah magnet lebih banyak dari koil. Misalnya 4 magnet dg 3 koil. 8 Magnet dg 6 koil, dst. Mana yang terbaik, silahkan berexperimen sendiri. Yang pasti adalah semakin cepat magnet yang melintas, semakin stabil/tinggi voltnya.


Menggabungkan koil untuk menjadikannya 3 phasa:


A=awal (start, kawat yang ditengah/didalam) B=buntut (end, kawat yang paling luar).
Pada contoh generator ini, terdapat 6 buah koil. Akan terdapat 2 buah koil yang berada tepat ditengah 2 buah magnet yang berada pada satu garis lurus (lih gambar), yaitu 1 dan 4, maka keduanya dihubungkan secara seri (buntut-awal). Ini adalah phasa pertama. Kalau diputar (arah jarum jam) rotornya maka koil 2 dan 5 akan berada juga tepat ditengah 2 buah magnet (phasa kedua). Diputar lagi maka koil 3 dan 6 juga akan berada tepat ditengah 2 buah magnet (phasa ketiga).
Intinya: Tiap satu garis lurus hubungkan kedua koilnya secara seri, sehingga terdapat 3 pasang koil (searah jarum jam): 1B-4A, 2B-5A, 3B-6A. Maka 1A-4B= phasa pertama, 2A-5B= phasa kedua, 3A-6B= phasa ketiga. Masing2 phasa bisa diukur berapa muatan listriknya. Kalau jumlah gulungan koil2nya sama maka voltnya pasti juga sama bila rotor berputar stabil. Hasil voltasenya masih AC (arus bolak balik) sesuai dengan magnet2 yang melewatinya selalu berbeda kutub.

Konfigurasi Star
Pada koneksi Star, Awal dari tiap phasa dihubungkan menjadi satu. Buntut (akhir) dari tiap phasa dihubungkan ke masing2 bridge.
Star connection : 1A-2A-3A: gabungkan; 4B, 5B, 6B hubungkan ke masing2 bridge rectifier. Hasilnya s/d 16 VDC.

Konfigurasi Delta
Pada koneksi Delta, Awal dan Buntut masing2 phasa saling berhubungan. Buntut phasa pertama dengan Awal phasa kedua, Buntut phasa kedua dengan Awal phasa ketiga, dan Buntut phasa ketiga dengan Awal phasa pertama.
Delta connection: 1A-6B; 2A-4B; 3A-5B; hubungkan masing2 ke bridge rectifier. Hasil maksimalnya hanya 5V3 DC.

Jelas sudah perbedaan antara Star dan Delta. Kalau pada Star voltnya menjadi 3x lipat tetapi amperenya menjadi lebih kecil. Sedangkan pada Delta ampere lebih besar tetapi voltnya rendah (putaran rotor juga agak lebih berat dibandingkan Star). Sayangnya saya tidak mempunyai amperemeter sehingga tidak terukur amperenya. Ketika menggunakan multimeter (hanya sampai 200mA) ternyata masih tidak terbaca karena ampere generator masih lebih tinggi. Tetapi walaupun ada perbedaan Volt dan Ampere dari keduanya, Wattnya (seharusnya) tetap sama (Power=Watt=Volt x Ampere).
Harus juga diperhatikan bahwa semakin berat bebannya semakin kecil voltasenya, sehingga mau tak mau putarannya harus lebih kencang lagi.


Lebih lengkap disini?

Jumat, Januari 09, 2009

BAGAIMANA MEMBUAT GENERATOR LISTRIK SEDERHANA DENGAN MAGNET PERMANEN 2



Hubungan 1 Phasa (magnet dan coil berjumlah sama dan saling berhadapan):




Bahan-bahan:
8 bh magnet.
700 gr kawat email 0.3mm.
1 bh plat besi 1mm uk 10.5 x 10.5 cm, bentuk menjadi bulat, atau oktagon.
3 bh hardboard tebal 10mm (papan juga boleh) uk 14 x 14 cm.
1 bh baut batangan dia 6mm (pjgnya 1m, potong 20 cm), mur 10 bh, ring 4 buah.
2 Ball bearing (laher) mesin bor listrik, no 608ZZ.
1 lem super atau lem epoxy.
½ kg resin fiberglas, dan 1 ons katalis.
4 bh dioda 5A.
Lain2: selotip transparan, lakban, sedikit plat almunium tipis.

Membuat dudukan stator:
Ambil hardboard I (14 x 14 cm), bagi 4, tentukan titik tengahnya, buat lingkaran, lalu potong ½ lingkaran saja. Dari titik tengah, buat lingkaran dia. 13 cm, bagilah menjadi 8. Gabungkan hardboard II, tandai mengikuti lingkaran yg sudah terpotong, lalu bor titik tengahnya dg mata bor 4mm, pisahkan kembali. Bor kembali titik tengah masing2 hardboard dg bor kipas (atau terserah) 21mm sedalam 5mm (tebalnya ball bearing/laher). Bor lagi titik tengah kedua hardboard dg mata bor 8mm spy baut bisa tembus. Potong ½ lingkaran hardboard II mengikuti garis. Jadi hardboard I utk tempat koil, hardboard II utk belakangnya.



Menggulung koil:
Buatlah terlebih dahulu coil winder, dari kayu atau besi, uk 6 x 4.5 cm (lih gambar). Potong pipa pralon listrik ¼in dan pipa almunium bekas antena TV sepanjang 12mm. Lebihkan kawat email 10cm, belitkan keluar pd mur, mulailah menggulung sebanyak 400 gulung. Usahakan serapi mungkin. Setelah selesai, lebihkan kawat 10cm, potong, belitkan pd mur beberapa gulung. Potong 2 bh kawat 10cm, ikatkan pd gulungan, agar kalau nanti dilepas dari dudukan tidak terurai. Buka mur2nya, lepaskan formernya, lepaskan gulungannya, arahkan ujung2 kawat koil kebagian lingkaran yg besar, lalu selotip dg ketat kedua sisi koilnya sebelum melepas ikatan kawat. Kawat bekas ikatan jangan dibuang, karena masih bisa dipakai kembali. Buatlah koil sebanyak 8 buah.





Menempatkan koil:
Letakkan tiap2 koil diatas hardboard I yg sudah dibagi 8 tadi diujungnya, tepat ditengah-tengah garis. Kawat keluarannya harus berada diatas. Gunakan selotip memotong lebar koil spy tidak berubah. Setelah yakin posisi tiap2 koil, campur ¼ gelas (plastik bekas) resin + 4 tetes katalis, aduk cepat rata, lalu segera tuangkan ditengah masing2 koil. Biarkan mengeras. Bila kurang, boleh tambah resinnya. Resin harus cepat2 dituang, karena cepat mengental, apalagi bila katalisnya kebanyakan. Bila resin telah keras, lingkarkan lakban sekeliling luar koil2, tutup lubang tengah dg selotip, campur ½ gelas resin + 6 tetes katalis, tuangkan.


Menggabungkan koil:
Amplas atau kerik lapisan email pd tiap2 ujung koil sepanjang 1cm. Kawat tengah adalah awal (A), kawat yg disamping luar adalah buntut (B). Beri nomor 1-8 searah jarum jam. Gabungkanlah (dililitkan lalu disolder, potong bila kepanjangan): 1A-2A, 2B-3B, 3A-4A, 4B-5B, 5A-6A, 6B-7B, 7A-8A.
Maka tersisa 1B dan 8B, itulah outputnya yg nantinya akan dihubungkan ke bridge rectifier (yaitu rangkaian 4 bh dioda).

Membuat Rotor:
Catatan: dudukan rotor boleh dari kayu atau besi (Buka besi coran), tapi yg terbaik adalah besi.
Setelah plat besi dibuat bulat/oktagon, amplas bersih, lalu bagilah menjadi 8 (45 derajat). Bor titik tengah dg mata bor 8mm. Tempatkan magnet ke 1 diujung tepat ditengah garis (sebelumnya beri lem super setetes di platnya) . Letakkan magnet ke 2 disebelahnya dg kutub yg berbeda. Caranya: dekatkan magnet ke 2 diatas magnet ke 1, bila saling menolak maka langsung letakkan; bila saling menarik maka balikkan magnetnya lalu letakkan. Untuk sisa magnet yg lain lakukan hal yg serupa, tapi sisakan satu, sehingga membentuk pola N-S-N-S. Magnet terakhir gunakan utk mengecek apakah posisi kutub tiap magnet berbeda. Bila sudah benar semua, letakkan magnet terakhir ini ditempatnya. Intinya adalah bahwa pada tiap satu garis lurus, terdapat 2 magnet yg kutubnya sama. Tidak usah memikirkan mana yg S dan mana yg N, tidak begitu penting. Kalau penasaran, dekatkan magnet ke kompas utk mengetahui kutub2nya.


Masukkan baut batangan yg sudah dipotong menjadi 20 cm, kencangkan dg mur. Tambahkan 2 mur lagi dibagian depan (atau sama tingginya dg tebal magnet), kencangkan. Kelilingi rotor dg lakban (spy resin tidak mengalir keluar), lalu letakkan ditempat yg datar. Setelah itu campurlah ½ gelas resin dg 4 tetes katalis, aduk cepat sampai rata, kemudian segera tuang keatas plat rotor hingga rata. Tujuan direndam dg resin adalah agar pd putaran kencang magnet tidak terlepas dari dudukannya. Diamkan hingga mengeras. Paling tidak ½ tebal magnet terendam.

Menggabungkan rotor dengan stator:

Lapis sekeliling baut rotor belakang setebal bearing dg plat almunium tipis, agar baut tidak longgar bila dimasukkan ke bearing. Gunakan mur untuk “memaksa” bearing masuk hingga mentok. Masukkan bearing II didepan tapi jangan dulu dilapis. Masukkan rotor ke rumah stator, gabung rumah stator bagian belakang, lalu coba lihat apakah rotor bebas berputar atau tidak. Bila tidak maka tambahkan baut, atau ring. Usahakan jarak rotor dg stator 1-2mm. Bila sudah dapat bebas berputar, baru lapisi sekeliling baut depan dg plat almunium. Gunakan hardboard yg tersisa sebagai dudukan bawah rumah stator, dipaku atau di sekrup. Untuk menutup bagian atas bisa dg plastik fiber atau plat seng.


Hubungkan 2 kawat keluaran stator ke bridge rectifier. Putarlah as dg tangan, boleh kekiri atau kekanan sama saja, karena keluarannya tetap AC (sebelum dihubungkan ke bridge), ukur dg DC voltmeter (karena sudah masuk bridge maka keluarannya menjadi DC). Semakin kencang diputar semakin tinggi voltasenya.



Hubungan 3 Phasa ( Rumus: M/2 x 3):
Caranya sama seperti membuat 1 phasa, hanya jumlah magnet dan koilnya berbeda. Kalau pada 1 phasa magnet dan koil semuanya saling berhadapan. Sedangkan pada 3 phasa ini ada sebagian koil yg berhadapan dg magnet, dan yg sebagian lagi berada diantara dua magnet. Kalau pada 1 phasa jumlah magnet dan koil sama, pada 3 phasa ini jumlah magnet lebih sedikit daripada jumlah koil. Perbandingan antara magnet dg koil adalah: M/2 x 3. Bila magnetnya 4, maka koil: 4/2 x 3= 6. Bila magnetnya 8, maka koil: 8/2 x 3= 12. Bila magnetnya 10, maka koil: 10/2 x 3= 15; dst.
Harus diingat bahwa jumlah magnet harus genap (karena harus ada 2 buah kutub), dan pada setiap garis lurus terdapat 2 magnet yg sama kutubnya.
Pada koil jumlahnya bisa genap atau ganjil tergantung dari banyaknya magnet. Sedangkan penggabungan koilnya adalah 2 bh koil jadi satu pada setiap masing2 garis lurus.
Pada 1 phasa bridge rectifier hanya 1 bh, pada 3 phasa tiap phasa punya masing2 bridge rectifier (3 bh).
Dibawah ini cara membuat generator 3 phasa.

Menggunakan 4 magnet 6 coil:
Perhatikan posisi koil. Ada 2 koil yg berhadapan dg magnet (koil 1 & 4 diatas magnet 1 & 3), 4 koil berada diantara magnet ( ½ bagian koil 2 & 3 diatas magnet 2, ½ bagian koil 5 & 6 diatas magnet 4).



Untuk menggabungkan koilnya adalah (searah jarum jam): 1B-4A, 2B-5A, 3B-6A. Maka akan tersisa: 1A, 2A, 3A, 4B, 5B, 6B. Gabungkanlah 1A-2A-3A, sisanya dihubungkan ke masing2 bridge rectifier. Ini adalah hubungan 3 phasa formasi Star. Pada formasi StarDelta voltasenya lebih kecil tetapi amperenya besar. Formasi Delta: 1A-6B gabung ke bridge, 2A-4B gabung ke bridge, 3A-5B gabung ke bridge. Formasi Star dipakai bila kekuatan pemutar generator tidak begitu besar, sedangkan formasi Delta dipakai bila putarannya tinggi.



Toko penjual magnet permanen:
Mustang Teknik, Glodok Jaya Blok D1/14, telp. (021) 6598056, Jakbar.


Situs Hydro:
http://sleekfreak.ath.cx:81/3wdev/CD3WD/INDEX.HTM
http://www.buildsolar.com/Projects/Hydro/hydro.htm#SmallHydro
http://wondermagnet.com/other/hydro.html
http://www.reuk.co.uk/Building-a-Waterwheel.htm
http://otherpower.com/otherpower_hydro.html
http://www.energyplanet.info/Micro_Hydro/
http://www.green-trust.org/hydro.htm
http://home.carolina.rr.com/microhydro/menu.html
http://www.wildwaterpower.com/
http://www.earthgarden.com.au/waterwheel.html
http://hometown.aol.com/slee529282/bturb.htm
http://runnerduck.com/projects.htm
http://www.informit.com/articles/articles.aspx?p=413663


Situs Wind:
http://www.otherpower.com
http://www.mdpub.com
http://www.wondermagnet.com
http://renewables4africa.com/
http://www.windstuff.com
http://www.yourgreendream.com
http://www.energyplanet.com
http://www.greeleynet.com
http://www.instructables.com
http://www.thebackshed.com
http://sleekfreak.ath.cx:81/3wdev/INDEX.HTM

basic aerodynamic operating principles of windturbines
http://www.awea.org/faq/vawt.html



Lebih lengkap disini.



Kamis, Januari 08, 2009

BAGAIMANA MEMBUAT GENERATOR LISTRIK SEDERHANA DENGAN MAGNET PERMANEN MAINAN

Berdasarkan konstruksi di:
http://www.scoraigwind.com/pmgbooklet/index.htm
http://www.otherpower.com/otherpower_experiments.html

Sebelum membuat, bacalah terlebih dahulu hingga selesai.

Bahan-bahan:
- Besi plat 1mm yg rata, uk 16 x 16 cm. (Rp 5500/kg diloakan besi).
- 3lbr hardboard 10mm (lebih tebal lebih baik) uk 18 x 18 cm. Atau boleh juga papan dg lebar yg sama.
- 12 buah magnet mainan yg bulat ( Rp 3rb/psg. Biasanya pedagangnya suka keliling ke sekolah2 SD. Atau cari di toko mainan). Jangan beli yg segitiga atau lonjong.
- Kawat email 0,3mm, seberat 750gr ( dijual di toko listrik, atau tanyakan ke tukang service dinamo. Biasanya dijual Rp 12rb/ons).
- 1 Baut batangan 6mm (Rp 7000/btg, panjangnya 1m), mur 10 buah, ring 4 bh.
- Mata bor 2-4-8-10 mm, mata bor kipas 21mm, kunci baut no 12, sedikit seng almunium/tembaga tipis.
- 2 bh bearing/laher bor listrik (no: 608ZZ, 7500/bh, di toko alat2 listrik/tehnik).
- Superglue (Rp 2500), dan lem epoxy (Rp 8000). Untuk melapis rotor/stator beli ½ kg resin + katalis fiberglas (Rp 20rb/kg ditoko kimia).

Cara pembuatannya:

Rotor/dudukan magnet:
Bentuk besi plat menjadi bulat, bagi 12 sudut (gunakan busur derajat). Bila sulit dibuat bulat, dapat dibuat oktagon. Bor titik tengahnya dg mata bor 8mm. Tempatkan magnet diujung tepat ditengah2 garis sudut, lem dg superglue. Tempatkan magnet berikut disebelahnya berlawanan kutub. Caranya bila magnet berhadapan saling menolak maka langsung taruh tanpa hrs dibalik. Tapi bila saling menarik, maka hrs dibalik dulu baru ditaruh disebelahnya. Konfigurasinya N-S-N-S. Tidak perlu memusingkan mana yg N mana yg S. Kesimpulannya: 2 buah magnet dlm satu garis lurus harus sama kutubnya. Dengan demikian terdapat 6 kutub N dan 6 kutub S. Setelah semua terpasang, lem sekeliling magnit2 dg epoxy spy kalau nanti diputar kencang tidak beterbangan. Potong baut batangan sepanjang 20 cm pasang di rotor, kedepan 14cm kebelakang sisanya. Kencangkan dg mur, didepan dg 4 mur, dibelakang magnet cukup 1 mur. lapisi/rendam permukaan plat dg resin ¼ tebal magnet, sehingga magnet dan as tdk akan longgar lagi. Lebih bagus terendam penuh magnetnya tapi rotor menjadi berat.



Menggulung koil:
Buat 2 buah coil former 4 x 4 cm dari hardboard 10mm, potong bulat atau oktagon. Bor titik tengah dg mata bor 8mm, sisi kiri dan kanan dg mata bor 2mm (utk keluar kawat). Potong 1,2cm pralon listrik (1/4in yg tebal) sebanyak 12 bh sbg dasar gulungan. Potong baut batangan 15cm sbg as, masukkan kesalah satu formernya, jepit dg mur depan belakang. Masukkan kawat email kelubang kecil, lebihkan 15cm, masukkan pralonnya kedalam as, satukan, lalu mulailah menggulung sebanyak 400 gulung. Usahakan serapi mungkin. Selesai menggulung, lebihkan kawat 15cm lalu potong, kemudian masukkan kelubang kecil lagi dan balut dg selotip transparan spy tdk terlepas. Lepaskan koil termasuk pralonnya dari pemutar. Buat sebanyak 12 buah.



Rumah Generator sekaligus sebagai dudukan koil:
Patokan: Titik tengah koil harus selalu berada dititik tengah magnet. Karena bentuk koil tidak seragam (ada yg bulat, lonjong ,kotak, dsb) maka posisi magnetlah yg harus menyesuaikan. Dudukan koil juga jangan terbuat dari metal.
Gambar bulatan dia. 18cm di dua hardboard dg jangka. Bagi menjadi 4 bagian (45 derajat). Potong hanya ½ bulatan, sisanya biarkan tetap segi empat. Dari titik tengah salah satu hardboard yg sdh dibentuk, gambar lagi bulatan dia. 17cm, bagi menjadi 12 sudut (30 derajat). Tumpuk kedua hardboard menjadi satu, lalu bor titik tengahnya dg mata bor 4mm. Pisahkan kembali. Bor titik tengah kedua hardboard dg mata bor kipas dia. 21mm, dalam 5mm, utk dudukan bearing/laher. Jgn sampai tembus. Bor kembali titik tengah keduanya dg mata bor 10mm spy baut batang bisa tembus dan bebas berputar. Tempatkan koil diujung tepat ditengah2 garis sudut. Ingat, kawat awal harus ada diatas. Lem sekeliling koil dg epoxy, atau lapisi dg sisa resin. Hardboard yg tersisa dipakai sbg dasar rumah.




Menggabungkan koil: kerok lapisan email terlebih dahulu (A= awal B= buntut).
1A-2A; 2B-3B; 3A-4A; 4B-5B; 5A-6A; 6B-7B; 7A-8A; 8B-9B; 9A-10A; 10B-11B; 11A-12A. Sisa kawat 1B dan 12B itulah keluarannya (AC), utk dihubungkan ke bridge rectifier (menjadi DC).



Merakit menjadi satu:
Masukkan bearing/laher ke as belakang rotor. Karena as lebih kecil dr lubang bearing/laher, ganjal as dg plat almunium tipis (setebal bearing) sekelilingnya. Gunakan mur utk menekan bearing ke as sampai mentok ke baut rotor. Setelah bearing terpasang di as belakang, masukkan kedlm rumah bgn belakang. Masukkan bearing kedua ke as depan, tapi jgn dulu diganjal. Coba masukkan dulu kedalam lubang stator (kumpulan koil), apakah bebas berputar atau menyentuh koil. Bila jaraknya jauh, buang satu mur (dari 4 mur), ganti dg beberapa ring sampai rotor bisa bebas berputar. Bila dg 4 baut msh menyentuh koil, tambahkan mur atau ring didepannya. Demikian seterusnya sampai magnit bisa bebas berputar. Usahakan jarak magnet dan koil antara 1-2 mm. Setelah tidak lagi tersentuh, bearing depan bisa dipasang seperti memasang bearing yg dibelakang. Gabungkan rumah generator, dg hardboard yg tersisa. Bisa dipaku atau menggunakan sekrup kayu. Untuk tutup bgn atas terserah anda.



Sambunglah 2 kawat 1B dan 12B ke bridge rectifier. Bila kurang panjang, sambung dg kawat yg tersisa atau kabel biasa. Generator ini diputar searah jarum jam atau sebaliknya tdk masalah, karena keluarannya tetap AC. Gunakan voltmeter utk mengukur voltasenya. Semakin cepat putaran semakin besar voltasenya. Harus diingat bahwa putaran harus konstan utk mendapatkan hasil yg maximal. Selamat mencoba.




Lebih lengkap disini.

Rabu, Januari 07, 2009

Generator Listrik Paling Sederhana

Generator Kardus
image001
Generator ini tidak menggunakan "komutator" (yaitu semacam cincin yg dibagi dua yg menjadikan keluarannya DC), maka outputnya adalah AC yang langsung dihubungkan ke lampu. Lampu tidak akan putus selama tegangannya sesuai.
Bahan-bahan:
4 bh ceramic magnet (1cm x 2cm x 5cm) atau magnet bentuk lain selain magnet bekas speaker
100 gr / 1ons kawat email uk 0.1mm (ada juga yg lebih tipis lagi)
1bh lampu mini, 1.5V/25mA atau lampu LED
1lb kardus bekas (atau plexiglas/triplex tipis), 8cm x 30cm
1bh paku, minimal 8cm panjangnya
ampelas untuk membersihkan lapisan email kawat
selotip untuk membungkus gulungan kawat
Optional: bor listrik kecil untuk memutar rotornya
Peringatan!
Jauhkan magnet dari semua peralatan elektronik (pc, hp, tv, vcd, piringan cakram, kartu kredit, dsb) karena akan merusak.
Box rumah generator:
Buatlah garis seperti dibawah ini pada kardus. Tentukan titik tengahnya (utk lubang paku nantinya).

Catatan: Bila boxnya dari plexiglas/triplex, jangan membuatnya lebih besar dari gambar diatas. Gulungan kawat harus sedekat mungkin dengan putaran magnet agar hasilnya maximal. Jadi buatlah sesuai panjang dan lebar magnet.
Selanjutnya lipatlah menurut garis sehingga berbentuk kotak, dan rekatkan dengan selotip. Garis tengahnya harus berada disisi luar agar mudah ditusuk dg paku.

Tusuklah paku di garis tengah kotak hingga tembus kebelakang. Jangan sampai lubangnya kebesaran, asal pakunya dapat bebas berputar sudah cukup. Cabut kembali pakunya.
Menggulung kawat email:
Ambil kawat email. Setelah dilebihkan 10 cm, rekatkan kawat ditengah box dengan selotip lalu mulailah menggulung. Dari tengah terus kebawah/atas, lalu naik lagi hingga keatas/bawah, dst., hingga kawat tersisa 10 cm (kalau bisa posisinya juga ada ditengah). Tidak mengapa bila lubang paku tertutup. Sambil tetap memegang ujung kawat, bungkus gulungan dengan selotip agar tidak terurai, tapi jangan sampai lubang paku ikut terbungkus. Bersihkan lapisan (yg berwarna kuning) kedua kawat 2cm (boleh lebih) dari ujungnya dengan ampelas sekeliling. Dengan hati2 renggangkan gulungan kawat yg menutupi lubang hingga paku dapat masuk., dan pastikan paku dapat berputar bebas.

Menempatkan magnet.
Dari 4 magnet jadikan 2 pasang (masing2 saling menempel dg pasangannya). Tempelkanlah kedua pasang magnet tsb di paku (didalam box) memanjang kesamping (berbentuk palang). Atur posisi kedua pasang magnet itu sama dan seimbang., lalu coba putar pakunya (selanjutnya disebut rotor) hingga bebas berputar. Boleh sisipkan ruang kosong diantara pasangan magnet tsb dg kardus sehingga lebih kokoh. Boleh juga magnet2 itu dililit dg selotip agar tidak terlepas dari paku.

Menyambung ke lampu.
Pastikanlah tiap ujung kawat bersih dari lapisannya supaya arus yg lewat dapat bebas mengalir untuk menyalakan lampu, nantinya.

Lilitkan ujung2 kawat generator ke kawat2 lampu, dan jauhkan, agar tidak terjadi hubungan pendek.
Test generator.
Putarlah rotor bertahap dari lambat hingga mampu menyalakan lampu dg terang. Bila telah diketahui seberapa kencang putarannya sampai lampu menyala terang, maka jadikanlah patokan. Sebab bila melebihi maka lampu akan putus/terbakar. Perhatikan juga apakah magnet bergesekan tidak dengan boxnya, baik sewaktu diputar kencang maupun setelah melambat, karena akan mengurangi putaran juga. Terang atau redupnya lampu ditentukan oleh seberapa cepat putaran magnetnya, dan seberapa dekat jarak magnet dg gulungannya.
Bila ternyata lampu tetap redup walau telah diputar sekencangnya (apakah juga sama sewaktu diputar dg bor listrik mini) maka mau tidak mau harus ditambah gulungan kawatnya. Caranya tinggal sambung/lilit saja ujung kawat akhirnya dengan yg baru (yg sudah bersih dari lapisan email)lalu gulung dg arah yg sama lagi. Generator ini minimal harus dapat menghasilkan tegangan 2V supaya lampu dapat menyala.
Bila anda bermaksud ingin mengetahui seberapa besar tegangannya bila diputar sekencang-kencangnya, maka tambahkan satu lampu lagi yg disambung secara seri (ujung lampu 1 dg ujung lampu 2, ujung lampu 2 dg ujung generator). Masih juga sanggup menyalakan kedua lampu, tambahkan kembali lampu yg ketiga, demikian seterusnya, hingga lampu yg terakhir tidak menyala walau rotor telah diputar paling kencang.
Catatan.
Berat atau ringannya rotor diputar tergantung dari bebannya. Bila ternyata dg lampu mini tsb rotor terasa berat/keras diputar, maka gantilah dengan lampu LED (ada yg berwarna merah, kuning, hijau dan putih). Led putih dpt menyala dg tegangan 2-5V, led yg lain max 3V.
Menjadikan motor.
Salah satu kawat keluaran generator sambungkan ke ( + ) batere 6V (4x AA), kawat yg lain sentuhkan ke (- ) nya, maka generator ini berubah menjadi motor! Untuk merubah arah putaran, + /- tinggal dibalik.
Merubah tegangan AC menjadi DC.
Cara yg termudah adalah dg menggunakan 4 buah diode (type IN4001 umum, tapi sayangnya arus berkurang hingga ¾ dr keluaran generator. Pilihan lain adalah IN5819, Cuma agak jarang dipasaran).
Generator Kayu

genwd1 gnwd2
Motor Listrik Sederhana dg Saklar Reed 1




CONGRATULATIONS! You have finished assembling this electric motor!
Motor Listrik Sederhana dg Saklar Reed 2


Kincir angin kertas
kincir-angin-kertas
Generator mini angin dan air



Windmill


Lebih lengkap disini.

Senin, Oktober 27, 2008

Elektronik Penunjang Generator

Battery Chargers:

Simple chargr:




Simple chrgr with 1 transistor:



With the help of a precise variable voltage supply, the upper and lower voltage levels were set. The normally connected (NC) lead of the relay isn't joined to the 15-V dc supply, which blocks this voltage from passing to the battery leads. This will accurately set the upper and lower levels. But the charging supply of 15 V dc was connected to the circuit.


chrgr 1:



http://www.aaroncake.net/circuits/index.html


This charger will quickly and easily charge most any lead acid battery. The charger delivers full current until the current drawn by the battery falls to 150 mA. At this time, a lower voltage is applied to finish off and keep from over charging. When the battery is fully charged, the circuit switches off and lights a LED, telling you that the cycle has finished.


chrgr 2:


This charger will charge any 12V lead acid battery including flooded, gel and AGM. It is fully automatic and will charge at a rate up to about 4A until the battery voltage reaches a preset point at which it will switch to a very low current float charge. If the battery voltage drops again the charger will begin charging until the voltage once again reaches the cut off point. In this way it can be left connected to a battery indefinitely to maintain full charge without causing damage. An LED indicates when the battery is fully charged.


chrgr 3:


Except for use as a normal Battery Charger, this circuit is perfect to constant-charge' a 12-Volt Lead-Acid Battery, like the one in your flight box, and keep it in optimum charged condition.


Simple Lion chrgr:


This is a Lithium-ion charger for lipo batteries. Circuit schematic shows configuration for charging single 3.7V lipo battery but voltage can be set to charge several batteries in series. Lipo charger sets a current limit with the LM317, and 1 resistor, and the voltage limit with the TL431, and 2 resistors. 1K resistor is needed to let the TL431 decrease the LM317 current, and to provide the necessary current to the TL431. The optional Schottky diode at the output will prevent current flowing back from battery to the charger circuit when power is disconnected, and reverse biasing of the LM317. Power supply with more than 3V above output voltage is required.

Dual batt lion chrgr:

This circuit was build to charge a couple series Lithium Cells (3.6 volts each, 1 Amp Hour capasity) installed in a portable transistor radio.



INVERTER:

mini inverter:




Mini inverter 2:


Inverter 3:




Inverter 4:


author: Ashad Mustufa
Using this circuit you can convert the 12Vdc in to the 220VAc. In this circuit 4047 is use to generate the square wave of 50hz and amplify the current and then amplify the voltage by using the step transformer.
How to calculate transformer rating.
The basic formula is P=VI and between input output of the transformer we have Power input = Power output For example if we want a 220W output at 220V then we need 1A at the output. Then at the input we must have at least 18.3V at 12V because: 12V*18.3 = 220v*. So you have to wind the step up transformer 12v to 220v but input winding must be capable to bear 20A.


Light sensor:



TL inverter:


http://www.aaroncake.net/circuits/index.htm
Parts
C1 100uf 25V Electrolytic C2,C3 0.01uf 25V Ceramic Disc C4 0.01uf 1KV Ceramic Disc
R1 1K 1/4W R2 2.7K 1/4W Q1 IRF510/540 MOSFET U1 TLC555 Timer IC
T1 16V 300mA Transformer LAMP 14W Fluorescent Lamp MISC Board, Wire, Heatsink For Q1

Mengenai Saya

Foto saya
bogor, jawa barat, Indonesia